Author name: admin_bmt_id

Uncategorized

Harga Emas Bertahan Kuat di Tengah Fokus Kebijakan The Fed, Pasar Global Bergerak Waspada

Jakarta, MetalNews Digital — Kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan rilis data makroekonomi Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Kondisi tersebut menjaga minat terhadap aset lindung nilai tetap tinggi, terutama di tengah volatilitas nilai tukar, pasar saham, dan komoditas global.

Harga emas dunia atau emas spot (XAU/USD) bergerak stabil di kisaran US$4.590 per troy ounce. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada arah kebijakan moneter The Fed, terutama terkait prospek suku bunga dan pergerakan imbal hasil riil. Ekspektasi sikap dovish atau peluang pemangkasan suku bunga dinilai dapat menekan imbal hasil riil, sehingga mendukung harga emas sebagai aset lindung nilai.

Sejalan dengan pergerakan global tersebut, harga emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X pada Selasa (13/1/2026) tercatat di level US$4.586,63 per troy ounce, atau setara Rp2.521.012 per gram.

Robby Leonardo – Head of research analis and market development Metalbank Global Monetary mengatakan, selain faktor kebijakan moneter, sentimen terhadap emas juga diperkuat oleh aliran dana ke ETF emas global serta pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Dukungan struktural tersebut dinilai menjadi penopang utama harga emas, dengan aliran jangka pendek yang relatif masih positif.

Di pasar valuta asing, nilai tukar USD/IDR hari ini bergerak di rentang 16.860–16.910. Secara fundamental, rupiah mendapatkan dukungan dari penerimaan ekspor komoditas serta kecukupan cadangan devisa dan ruang intervensi Bank Indonesia. Namun demikian, pergerakan dolar AS di pasar global dan arus modal asing masih berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama di tengah kondisi likuiditas yang relatif tipis.

Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan kepemimpinan yang semakin terbatas, meningkatkan risiko koreksi apabila sentimen global memburuk. Di sisi lain, harga minyak dunia masih bergerak fluktuatif dan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta kebijakan produksi OPEC.

Untuk USD/IDR, pergerakan diperkirakan masih berada dalam rentang 16.600–16.950, sehingga strategi perdagangan dalam rentang dinilai lebih relevan. Pelaku usaha disarankan memanfaatkan instrumen lindung nilai seperti kontrak forward atau opsi guna mengantisipasi fluktuasi nilai tukar.

Di pasar saham domestik, sektor komoditas dan saham berorientasi ekspor masih menjadi perhatian investor, seiring ketergantungan terhadap pergerakan aliran modal asing. Sementara pada komoditas energi, harga minyak diperkirakan tetap sensitif terhadap sentimen geopolitik dan kebijakan pasokan global, sehingga strategi selektif dinilai lebih tepat dibandingkan mengejar lonjakan harga jangka pendek.

Pemantauan harga dan transaksi emas dapat dilakukan pada Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X.

Disclaimer:

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Bertahan Kuat di Tengah Fokus Kebijakan The Fed, Pasar Global Bergerak Waspada Read Post »

Uncategorized

Kilas Balik Perjalanan Emas Fisik JFXGOLD X 2025, Cetak Rekor Sepanjang Tahun

Jakarta, MetalNews Digital — Pergerakan harga emas sepanjang tahun 2025 mencatatkan tren penguatan signifikan di pasar global maupun perdagangan emas fisik di dalam negeri. Kenaikan harga dipengaruhi oleh dinamika politik global, kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Pada awal tahun, Januari 2025, harga emas menguat tajam seiring pelantikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pelemahan dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Penguatan berlanjut pada Februari 2025 setelah harga emas fisik JFXGOLD X mencatatkan rekor baru sepanjang Januari. Memasuki bulan tersebut, pelaku pasar masih mencermati keberlanjutan tren kenaikan meskipun aksi ambil untung mulai terlihat.

Pada Maret 2025, harga emas fisik JFXGOLD X menembus level psikologis US$3.000 per troy ounce. Kenaikan tersebut dipicu oleh pelemahan dolar AS, meningkatnya ketidakpastian geopolitik, serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.

Memasuki April 2025, harga emas mengalami koreksi terbatas. Pelemahan terjadi akibat aksi ambil untung setelah reli harga sejak awal tahun. Namun, koreksi tersebut tidak mengubah tren penguatan harga emas secara keseluruhan.

Pada Juni 2025, harga emas kembali menguat signifikan. Ketegangan geopolitik global dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga emas.

Memasuki paruh kedua tahun, volatilitas pasar meningkat. Pada Agustus 2025, pelemahan dolar AS dan antisipasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan The Fed mendorong harga emas bertahan di level tinggi selama beberapa pekan.

Pada September 2025, sejumlah analis memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati level US$5.000 per troy ounce. Proyeksi tersebut didukung oleh tingginya permintaan terhadap aset lindung nilai dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Rekor harga kembali tercatat pada Oktober 2025. Harga emas fisik JFXGOLD X menembus kisaran Rp. 2,2 juta per gram. Pada periode yang sama, penguatan ekosistem perdagangan emas juga ditandai dengan kolaborasi Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Bullion Ecosystem International (BEI), dan M-DAQ Global dalam menghadirkan solusi perdagangan multi mata uang TRC Solution.

Pada November 2025, harga emas sempat terkoreksi menyusul respons pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Namun, harga kembali menguat setelah meredanya ketidakpastian politik di Amerika Serikat seiring berakhirnya masa penutupan pemerintahan.

Menjelang akhir tahun, pergerakan harga emas kembali fluktuatif. Pada Desember 2025, pelaku pasar menanti keputusan kebijakan moneter The Fed. Pada akhir bulan, harga emas fisik JFXGOLD X mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level US$4.500 per troy ounce.

Sepanjang 2025, pergerakan harga emas menunjukkan penguatan konsisten meskipun disertai koreksi jangka pendek. Kondisi tersebut menegaskan posisi emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Sampai dengan hari ini Rabu (31/12/2025), menutup perdagangan tahun 2025 harga emas fisik JFXGOLD X telah naik sebanyak 68%. Kenaikan harga emas fisik JFXGOLD X tahun ini tercatat 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga pada tahun 2024.

Dengan capaian tersebut, kinerja harga emas fisik JFXGOLD X sepanjang 2025 menegaskan perannya sebagai aset lindung nilai utama di tengah tekanan ekonomi global. Kenaikan sebesar 68% sepanjang tahun mencerminkan kombinasi kuat antara ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan moneter global, serta pergeseran preferensi investor ke instrumen berisiko rendah.

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan tetap sensitif terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, stabilitas geopolitik, dan dinamika nilai tukar dolar AS. Namun, ditutupnya perdagangan 2025 dengan rekor harga tertinggi menunjukkan bahwa emas masih menjadi salah satu instrumen paling resilien dalam menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Disclaimer:

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews!

Kilas Balik Perjalanan Emas Fisik JFXGOLD X 2025, Cetak Rekor Sepanjang Tahun Read Post »

Uncategorized

Tertinggi Sepanjang Sejarah! Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 4.400/Troy Ounce

Harga emas fisik JFXGOLD X kembali mencetak rekor baru. Setelah dibuka di level tinggi pada awal perdagangan Desember, harga emas terus menguat hingga menjelang akhir 2025. Penguatan telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan masih berlanjut pada perdagangan hari ini.

Berbeda dengan sesi-sesi sebelumnya, penguatan pada perdagangan hari ini tergolong signifikan. Dalam dua hari terakhir, harga emas fisik JFXGOLD X telah menguat sebesar 1,44% dan berhasil menembus level tertinggi sebelumnya di US$ 4.381,8 per troy ounce. Seolah mengikuti euforia menjelang akhir tahun, harga emas fisik JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia ini kembali melonjak hingga 2,43% pada perdagangan hari ini Selasa (23/12/2025). Kenaikan tersebut mendorong harga emas fisik JFXGOLD X menembus rekor tertinggi baru di level US$ 4.488,65 per troy ounce, atau setara sekitar Rp2,4 juta per gram.

Penguatan harga emas fisik JFXGOLD X tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor global turut mempengaruhi pergerakan harga, salah satunya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter, khususnya di Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar berharap Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dapat kembali melanjutkan siklus pelonggaran moneter pada tahun depan.

Selain itu, penguatan harga emas juga didukung oleh fundamental yang solid, antara lain potensi pemangkasan suku bunga AS yang lebih besar, penurunan imbal hasil riil, serta pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank sentral dan dana yang diperdagangkan di bursa _(exchange traded fund)_ atau ETF. Lonjakan harga emas turut diperkuat oleh aliran dana ke aset aman _(safe haven)_ di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela. Pada saat yang sama, harga perak juga tercatat mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Mengutip Reuters, analis dari Nemo.Money menyatakan bahwa dukungan jangka pendek terhadap harga emas berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela. Ia menilai pergerakan harga emas saat ini sebagai kelanjutan momentum penguatan setelah fase konsolidasi bullish dalam beberapa sesi terakhir, yang terjadi di tengah volume perdagangan liburan yang relatif lebih rendah. _“Target yang jelas bagi para pembeli emas adalah US$ 5.000 pada tahun depan,”_ ujarnya.

Sementara itu, Head of Research, Analyst, and Market Development Metalbank Global Monetary – Robby Leonardo, mengatakan bahwa harga emas saat ini mendekati level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh peluang pemangkasan suku bunga yang lebih besar serta meningkatnya permintaan aset safe haven dari bank sentral. Menurutnya, aktivitas lindung nilai institusional yang tercermin dari tingginya skew opsi, serta pembelian aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan The Fed, membentuk profil pasar yang cenderung melakukan pembelian saat terjadi koreksi harga.

Emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) secara historis menunjukkan kinerja yang positif pada periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Sepanjang tahun ini, harga emas fisik JFXGOLD X telah melonjak lebih dari 67% dan mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sepanjang sejarah. Kenaikan tersebut didorong oleh pembelian agresif bank sentral, derasnya aliran dana ke aset aman, serta kondisi suku bunga global yang lebih rendah.

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Disclaimer:

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews!

Tertinggi Sepanjang Sejarah! Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 4.400/Troy Ounce Read Post »

Uncategorized

Rayakan 25 th First Trading Day, JFX Umumkan Terobosan Baru Ekosistem Emas Digital Dalam Bursa

Jakarta, MetalNews Digital – Senin 15 Desember 2025, Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) memperingati Hari Perdagangan Pertama (First Trading Day) ke-25 yang diselenggarakan di Kantor JFX, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan regulator, lembaga kliring, pelaku pasar, serta mitra strategis nasional dan internasional.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Komisaris Pengawasan Emiten, Transaksi Sekuritas, dan Audit Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I.B. Aditya Janantara; Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya; Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Budi Susanto; serta perwakilan M-DAQ Global, Tan Choon Seng CEO M-DAQ Global, Marcus Yeo, dan Justin Fong.

Dalam peringatan ini, JFX memperkenalkan sejumlah inovasi strategis untuk memperkuat akses pasar, digitalisasi, dan pengembangan produk. Salah satunya adalah peluncuran resmi situs web terbaru JFX dengan interface yang lebih interaktif dan ramah pengguna guna meningkatkan transparansi serta akses informasi bagi masyarakat dan pelaku pasar.

JFX juga mengumumkan perkembangan terbaru ekosistem emas digital melalui kolaborasi bersama Bullion Ecosystem International dan M-DAQ Global dengan menghadirkan TRC Solution. Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, menjelaskan bahwa solusi ini memungkinkan konversi nilai transaksi secara real time sehingga ekuitas nasabah tetap dalam denominasi rupiah.

“Inovasi ini merupakan terobosan penting karena mempermudah transaksi lintas batas tanpa perlu melakukan lindung nilai mata uang secara terpisah,” ujar Yazid Kanca Surya – Direktur Utama JFX kepada tim MetalNews Digital.

Selain itu, JFX memperkenalkan sejumlah pengembangan produk dan layanan, termasuk fitur tabungan Gold to Mecca, Widget Mata Uang untuk transaksi emas digital lintas negara, serta integrasi aplikasi JFXGOLD X dengan GoPay guna memberikan kemudahan transaksi digital bagi pengguna.

Ke depan, JFX juga menyiapkan peluncuran JFX Precious Metals USD Series pada awal 2026, yang terdiri atas produk GoldUSD dan SilverUSD dalam ukuran reguler, mini, dan mikro, untuk memperluas pilihan lindung nilai dan perdagangan bagi pelaku pasar domestik maupun internasional.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan partisipasi pasar, JFX turut mengumumkan penyelenggaraan dua kompetisi perdagangan nasional, yakni Kompetisi Perdagangan MiniBrent dengan hadiah uang tunai serta Kompetisi Reels “Ride with Us” dengan hadiah utama skuter Vespa.

Yazid menegaskan, peringatan First Trading Day ke-25 ini mencerminkan komitmen berkelanjutan JFX terhadap inovasi, transparansi, dan integritas pasar dalam memperkuat industri pasar berjangka dan perdagangan komoditas fisik di Indonesia.

Rayakan 25 th First Trading Day, JFX Umumkan Terobosan Baru Ekosistem Emas Digital Dalam Bursa Read Post »

Uncategorized

Menanti Keputusan The Fed, Cek Harga Emas Hari Ini!

Jakarta, MetalNews Digital – Secara teknikal, pada perspektif harian (daily time frame), emas masih bergerak di zona bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada pada level 62, yang menunjukkan momentum penguatan karena nilai RSI di atas 50 umumnya menandakan tren bullish. Saat ini pasar terus memantau perkembangan data ekonomi serta kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember waktu AS atau 10 Desember dini hari waktu Indonesia.

Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Investor menantikan arah kebijakan moneter terbaru untuk memperoleh gambaran mengenai potensi langkah The Fed di masa mendatang. Dalam kondisi ini, harga emas dunia ikut tertekan, meskipun pelemahannya tidak terlalu signifikan. Pada perdagangan hari ini, harga emas dunia tercatat mengalami koreksi. Salah satu contohnya terlihat pada harga emas fisik JFXGOLD X, yang mengikuti acuan harga pasar global. Harga emas fisik JFXGOLD X turun 0,46% atau setara Rp7.826 per gram. Sementara itu, pasar emas secara keseluruhan bersiap menantikan keputusan final The Fed. Investor telah mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga dan memperkirakan bahwa bank sentral AS berpotensi memasuki fase pelonggaran kebijakan moneter.

Mengutip analisis fundamental MetalBank Global Monetary yang disusun oleh Robby Leonardo, pasar masih memperhitungkan peluang besar terjadinya pelonggaran kebijakan moneter The Fed dalam beberapa minggu atau bulan mendatang. Ekspektasi ini mendorong turunnya imbal hasil riil dan memperkuat daya tarik aset non-yielding seperti emas. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral serta akumulasi dana pada produk ETF terus memberikan dukungan struktural terhadap harga. Aliran dana institusional tercatat menunjukkan arus masuk yang moderat pada ETF, sementara pasar opsi memperlihatkan meningkatnya permintaan perlindungan terhadap risiko penurunan harga, sebuah pola yang dikenal sebagai perdagangan asuransi. Di sisi lain, dana lindung nilai tercatat telah mengurangi eksposur posisi long bruto dibandingkan periode sebelumnya.

MetalBank Global Monetary juga mengidentifikasi beberapa risiko pasar yang perlu dicermati dalam 48 jam ke depan, di antaranya:

  1. Data makroekonomi AS, seperti data tenaga kerja, CPI, dan PCE, yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed (berdampak tinggi).
  2. Pernyataan pejabat The Fed serta komentar FOMC, di mana nada yang lebih hawkish dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi (berdampak tinggi).

Pada hari ini, emas fisik JFXGOLD X diperdagangkan pada level US$4.199,69 per troy ounce, atau setara Rp2.289.620 per gram. Sejumlah analis memperkirakan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan tren kenaikan, didorong oleh ketegangan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, serta tingginya permintaan dari bank sentral dan investor individu.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X 9 Desember 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 22.896
  • 0,05 gr : Rp. 114.481
  • 0,1 gr : Rp. 228.962
  • 0,5 gr : Rp. 1.144.810
  • 1 gr : Rp. 2.289.620
  • 5 gr : Rp. 11.448.099
  • 10 gr : Rp. 22.896.198
  • 50 gr : Rp. 114.480.988

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Disclaimer:
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews!

Menanti Keputusan The Fed, Cek Harga Emas Hari Ini! Read Post »

Uncategorized

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Naik Jadi Rp. 2,3 juta/gram Usai Trump Teken RUU Akhiri US Shutdown

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas lanjutkan penguatannya sampai dengan perdagangan hari ini. Setelah bertahan lama dengan koreksi harganya, harga emas berhasil kembali ke level US$ 4.000 per troy ounce pada 10 November 2025 . Harga emas berjalan menguat seiring dengan para pelaku pasar yang saat ini sedang menanti pengumuman tentang keputusan suara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri penutupan pemerintah federal atau US Shutdown. Pengumuman ini dinanti karena dengan diakhirinya US Shutdown maka pemerintahan kembali dibuka dan aliran data ekonomi kembali dibuka.

Presiden Donald Trump telah menandatangani undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah AS. Penandatanganan ini dilakukan setelah beberapa jam setelah DPR menyetujui untuk melanjutkan bantuan pangan yang terganggu, membayar ratusan ribu pegawai federal dan menghidupkan kembali sistem pengadilan lalu lintas udara yang terganggu. Tanda tangan Trump pada rancangan undang-undang tersebut yang telah disetujui senat pada awal pekan ini, akan membawa pegawai federal yang terpaksa berhenti bekerja akibat penutupan pemerintahan selama 43 hari kembali ke pekerjaan mereka mulai kamis ini. Meskipun seberapa cepat layanan dan operasi pemerintah sepenuhnya akan pulih namun masih belum jelas. “Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi,” kata Trump di Ruang Oval selama upacara penandatanganan larut malam yang dia gunakan untuk mengkritik Demokrat. “Ini bukan cara yang tepat untuk mengelola negara.” tambah Donald Trump, Presiden AS dikutip dari Reuters.com.

Penutupan pemerintahan AS selama 43 hari ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS. Tentunya penutupan pemerintahan AS ini membebani perekonomian dan menghambat data pemerintah, mendorong para pembuat kebijakan dan pasar untuk mengandalkan indikator swasta untuk mengukur kondisi perekonomian. Namun usai ditandatanganinya undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan AS seperti memberikan angin segar untuk market. Mengapa tidak, hal ini membuka kembali aliran data ekonomi dan memberikan jalan bagi Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga pada bulan Desember. Dimana hal ini membuka peluang untuk penguatan harga emas akan terjadi pada penutupan tahun 2025. Mengingat emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X 13 November 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 23.021
  • 0,05 gr : Rp. 115.115
  • 0,1 gr : Rp. 230.214
  • 0,5 gr : Rp. 1.151.070
  • 1 gr : Rp. 2.301.973
  • 5 gr : Rp. 11.509.867
  • 10 gr : Rp. 23.018.053
  • 50 gr : Rp. 115.065.230

Berakhirnya penutupan pemerintahan AS membawa harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia berhasil menguat sebanyak 5,42%. Penguatan ini juga berhasil membawa harganya kembali ke level US$ 4000 per troy ounce, lebih tepatnya pada perdagangan Kamis ini (13/11/2025) harganya berada di angka US$ 4.211.51 per troy ounce atau Rp. 2.301.973 per gram.

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Naik Jadi Rp. 2,3 juta/gram Usai Trump Teken RUU Akhiri US Shutdown Read Post »

Uncategorized

Terbebani The Fed Rate Cut, Harga Emas Fisik JFXGOLD X Terkoreksi 0,72% Pada Awal November

Harga emas dunia lanjutkan koreksi harganya sampai dengan perdagangan hari ini. Setelah sempat menguat 2% pada perdagangan hari Jumat, emas dunia membuka perdagangan bulan November dengan pelemahan harga 0,72%. Setelah diumumkannya keputusan pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) pada 29 Oktober waktu AS memberikan efek yang berbeda terhadap harga emas. Biasanya harga emas akan menguat ketika terjadi pemotongan suku bunga oleh The Fed, karena emas lebih diuntungkan dikala suku bunga rendah, namun kali ini berbeda. Meskipun harga emas dunia sempat menguat pada 29 Oktober sore, namun hal ini tidak menolong harganya kembali ke posisi tertinggi. Sebaliknya, usai pemotongan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed, harga emas justru lanjutkan koreksi harganya.

Hal ini tentu menarik pertanyaan publik, apa yang menyebabkan penguatan harga emas tertahan setelah pemotongan suku bunga?

Pada 29 Oktober waktu AS melalui konferensi pers setelah menyampaikan keputusan tentang pemotongan suku bunga 25 bps ke level 3,75 – 4%, Jerome Powell ketua The Fed mengatakan bahwa The Fed belum yakin akan menurunkan suku bunganya pada FOMC Desember mendatang. Sebelumnya pada pertemuan September komite menyebut adanya kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini sebanyak tiga kali, namun Powell memperingatkan pasar agar tidak menganggap pemotongan Desember sebagai kepastian. “Dalam diskusi rapat kali ini, terdapat perbedaan pandangan yang cukup kuat mengenai langkah Desember. Pemangkasan lebih lanjut pada pertemuan Desember bukan sesuatu yang pasti. Jauh dari itu,” kata Powell. Hal ini membawa harga emas kembali lanjutkan koreksinya sebab terbebani oleh ketidakpastian pemangkasan suku bunga The Fed pada FOMC terakhir tahun ini.

Melansir dari live streaming market update bersama MetalNews Digital, Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global mengatakan bahwa saat ini emas sedang ambil nafas setelah reli tajam pada Oktober. Penguatan dolar AS dan penurunan ekspektasi tentang pemotongan suku bunga The Fed menekan harga emas. “Pasar dolar AS yang melemah mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed yang agresif, dan pelonggaran ketegangan perdagangan AS-China yang mengurangi permintaan safe haven secara langsung”.

Meskipun sedang mengalami fase koreksi harga, ramalan tentang penguatan harga emas banyak disampaikan salah satunya oleh Morgan Stanley. Ia memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 4.500 per troy ounce pada pertengahan 2026. “Pergerakan harga terbaru telah membawa emas ke wilayah ‘overbought’ berdasarkan Indeks Kekuatan Relatif (RSI), tetapi koreksi terbaru telah membawanya ke level yang lebih sehat, kemungkinan membersihkan posisi,” kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan dilansir dari Reuters.com. Namun, Morgan Stanley memperingatkan bahwa risiko penurunan tetap ada, termasuk volatilitas harga yang berpotensi mendorong investor beralih ke kelas aset lain atau keputusan bank sentral untuk mengurangi cadangan emas.

Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 3 November 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 21.871
  • 0,05 gr : Rp. 109.354
  • 0,1 gr : Rp. 218.709
  • 0,5 gr : Rp. 1.093.543
  • 1 gr : Rp. 2.187.086
  • 5 gr : Rp. 10.935.428
  • 10 gr : Rp. 21.870.855
  • 50 gr : Rp. 109.354.275

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Terbebani The Fed Rate Cut, Harga Emas Fisik JFXGOLD X Terkoreksi 0,72% Pada Awal November Read Post »

Uncategorized

Tok! The Fed Potong Suku Bunga 0,25 Bps, Bagaimana Kabar Emas?

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) umumkan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) tadi malam (30/10/2025) waktu Indonesia. Dalam kesempatannya Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan keputusan The Fed untuk melakukan pemotongan suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi 3,75% – 4%. Pemotongan suku bunga ini merupakan kali keduanya The Fed memotong suku bunga acuan pada tahun 2025. Keputusan untuk melakukan pemotongan suku bunga ini merupakan langkah yang diambil di tengah kekhawatiran melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan terbatasnya release data ekonomi akibat penutupan pemerintahan AS atau US Shutdown.

Melalui penjelasannya Powell menyampaikan bahwa Inflasi telah meningkat sejak awal tahun dan tetap relatif tinggi. Komite berupaya mencapai tingkat pengangguran minimum dan inflasi sebesar 2 persen dalam jangka panjang. Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi tetap tinggi. Komite memperhatikan risiko terhadap kedua sisi mandat gandanya dan menilai bahwa risiko penurunan terhadap lapangan kerja meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Untuk mendukung tujuannya dan mengingat pergeseran dalam keseimbangan risiko, Komite memutuskan untuk melakukan pemotongan suku bunga acuan sebesar 0,25%.

Melansir dari siaran FOMC Press Conference, 29 Oktober 2025 waktu Amerika pada kanal YouTube Federal Reserve, terdapat 3 poin dari keputusan pemotongan suku bunga oleh The Fed pada FOMC Oktober ini.

  • Melalui 10 suara banding 2 komite memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin atau 0,25% menjadi 3,75% – 4%.
  • The Fed menyatakan akan menghentikan pengurangan kepemilikan surat berharganya mulai 1 Desember.
  • The Fed menyatakan indikator yang tersedia menunjukan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan laju moderat, dan menegaskan kembali bahwa inflasi telah meningkat sejak awal tahun dan masih relatif tinggi.

Komite sangat berkomitmen untuk mendukung penciptaan lapangan kerja maksimal dan mengembalikan inflasi ke target 2 persen. Dalam menilai sikap kebijakan moneter yang tepat, Komite akan terus memantau implikasi informasi terbaru terhadap prospek ekonomi. Komite siap menyesuaikan sikap kebijakan moneter sesuai kebutuhan jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan Komite. Penilaian Komite akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk data tentang kondisi pasar tenaga kerja, tekanan inflasi, dan ekspektasi inflasi, serta perkembangan keuangan dan internasional.

Pemotongan suku bunga acuan yang dilakukan oleh The Fed tidak banyak menolong harga emas. Setelah sempat rebound pada Rabu sore (29/10/2025) kemarin, saat ini harga emas kembali melemah setelah para investor memanfaatkan kondisi rebound untuk taking profit atau mengambil keuntungan. Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan peningkatan kecil seiring pelemahan dolar, namun tekanan ambil untung tetap dominan di awal sesi membuat emas mengalami koreksi harga setelah lonjakan tajam pada bulan Oktober. Peter Grant ahli strategi logam senior mengatakan emas memberikan reaksi secara logis terhadap upaya Powell untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember.”Emas bereaksi secara logis terhadap upaya Powell untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember. Kita sudah melihat Fed funds futures memangkas ekspektasi, yang akan berdampak positif terhadap dolar dan negatif terhadap emas,” ujar Peter Grant, dikutip dari Reuters. Tai Wong seorang pedagang logam independen menyatakan bahwa pemotongan suku bunga Oktober ini oleh The Fed melemahkan pemulihan logam mulia. “Fakta bahwa penurunan suku bunga pada Desember sekarang dipertanyakan akan melemahkan pemulihan logam mulia,” ujar Tai Wong dikutip dari CNBC Indonesia.

Emas fisik JFXGOLD X telah menguat lebih dari 50% sepanjang tahun 2025, Emas fisik JFXGOLD X juga berhasil mencapai rekor tertinggi di level US$ 4.353.03 per troy ons pada 21 Oktober, tetapi telah turun lebih dari 9% sejauh minggu ini, sebagian karena meredanya ketegangan perdagangan.

Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 30 Oktober 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 21.373
  • 0,05 gr : Rp. 106.863
  • 0,1 gr : Rp. 213.727
  • 0,5 gr : Rp. 1.068.633
  • 1 gr : Rp. 2.137.266
  • 5 gr : Rp. 10.686.330
  • 10 gr : Rp. 21.372.660
  • 50 gr : Rp. 106.863.300

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Tok! The Fed Potong Suku Bunga 0,25 Bps, Bagaimana Kabar Emas? Read Post »

Uncategorized

Menguat 47% Sepanjang Tahun 2025, Hari Ini Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 3.900/toz

Harga emas dunia terus berikan kejutan di setiap perdagangannya. Pada perdagangan hari ini saja Senin (6/10/2025) harga emas dunia berhasil kejutkan market dengan capaiannya kembali pecahkan rekor harga ke angka US$ 3.923.48 per troy ounce atau Rp. 2.125.120 per gram. Lonjakan harga emas fisik JFXGOLD X tidak lain terjadi akibat dorongan permintaan aset safe haven akibat risiko penutupan pendanaan pemerintah (shutdown) Amerika Serikat (AS) dan penyesuaian harga pasar yang lebih dalam terhadap pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed). Dua hal ini memiliki peran untuk menurunkan imbal hasil yang diharapkan dan mendukung pergerakan harga emas.

Tidak berhenti disini, harga emas dunia bahkan diramal akan semakin perkasa pada perdagangan selanjutnya. Sepanjang tahun 2025 saja, harga emas fisik di bursa komoditi JFX yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia tercatat telah menguat sebanyak 47%, hal ini menjadi kinerja harga emas terbaik sepanjang masa. “Harga emas spot melonjak ke rekor baru di pasar AS sebesar US$ 3.900, didorong oleh permintaan safe haven akibat risiko penutupan pendanaan pemerintah AS dan penyesuaian harga pasar yang lebih dalam/lebih mungkin terhadap pemotongan suku bunga The Fed – keduanya menurunkan imbal hasil riil yang diharapkan dan mendukung harga emas.” Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary.

Melansir dari bloombergtechnoz.com semestinya akhir pekan lalu ada data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada periode September. Angka penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) dan tingkat pengangguran menjadi data krusial yang diumumkan. Namun melihat kondisi pemerintah AS yang masih mengalami penutupan sementara atau shutdown maka rilis data tersebut terpaksa ditunda. Hal ini membuat pelaku pasar menjadi kehilangan arah dan kesulitan untuk menentukan langkah selanjutnya tanpa panduan data yang memadai. “Anda tidak akan mau terbang dengan mata tertutup di lingkungan seperti ini,” tegas Gregory Daco, Ekonom EY-Parthenon, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 6 Oktober 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 21.339
  • 0,05 gr : Rp. 106.697
  • 0,1 gr : Rp. 213.411
  • 0,5 gr : Rp. 1.066.059
  • 1 gr : Rp. 2.134.453
  • 5 gr : Rp. 10.672.266
  • 10 gr : Rp. 21.349.531
  • 50 gr : Rp. 106.772.655

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Menguat 47% Sepanjang Tahun 2025, Hari Ini Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 3.900/toz Read Post »

Uncategorized

Rekor Baru Terus Tercipta, Setelah Naik 16% Emas Fisik JFXGOLD X Buka Bulan Oktober dengan Harga Rp 2,1 Juta/gram

Harga emas dunia masih bergerak tanpa rem sampai dengan hari ini. Tidak terasa 3 bulan sudah harga emas dunia alami penguatan yang cukup signifikan, sampai dengan hari ini harganya masih terus alami penguatan. Hal yang sama terjadi pada harga emas fisik di bursa komoditi JFX yakni emas fisik JFXGOLD X. Berdasarkan data harga emas fisik JFXGOLD X tahun 2025, harga emas fisik yang berstandar London Bullion Market Association (LBMA) ini berhasil naik lebih dari 16% sejak bulan Juli – September 2025.

Selama bulan September saja harganya sudah melewati 3 kali pemecahan rekor harga tertinggi sepanjang masa. Pertama, pada tanggal 9 September 2025 harga emas fisik di bursa komoditi JFX untuk pertama kalinya tembus US$ 3.655.68 per troy ounce. Kedua, pada tanggal 23 September 2025 harganya kembali menguat dan pecahkan rekor harga tertinggi sepanjang masa dengan menduduki angka US$ 3.747.43 per troy ounce. Ketiga, pada tanggal 30 September 2025 harga emas fisik JFXGOLD X berhasil tutup bulan September dengan harganya yang tembus ke posisi US$ 3.850.7 per troy ounce. Pemecahan rekor harga tertinggi sepanjang masa ini membuat harga emas fisik JFXGOLD X selama bulan September 2025 alami penguatan harga lebih dari 8%.

Menanggapi hal ini, Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan bahwa saat ini emas berada di dekat level rekor tertinggi, serta adanya kekhawatiran akan kemungkinan penutupan pemerintahan Amerika Serikat (Shutdown). “Pasar tetap dipengaruhi oleh berita utama yaitu emas yang berada di dekat level rekor tertinggi karena spekulasi pemotongan suku bunga The Fed dan aliran dana ke aset aman, minyak bergerak fluktuatif karena kekhawatiran pasokan dan aliran kembali dari Kurdistan saling menyeimbangkan, USD/IDR tetap di kisaran tengah 16.000 yang lebih lemah dengan pesan intervensi Bank Indonesia, saham AS berhati-hati terkait risiko shutdown data tetapi mempertahankan kenaikan terbaru, dan JCI tetap sensitif terhadap aliran dana.” ucapnya kepada tim MetalNews Digital.

Risiko penutupan pemerintahan AS membawa investor berlomba-lomba beralih ke aset safe haven. Sementara data tenaga kerja yang melemah memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed). Melansir dari Reuters.com Senat AS gagal mengesahkan undang-undang yang memperpanjang pendanaan pemerintah, hal ini mendekatkan negara tersebut ke penutupan pemerintah. Sementara Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan pemotongan tenaga kerja federal tambahan.

Sebagai aset safe haven emas dipandang aman saat situasi bergejolak seperti yang saat ini sedang terjadi. Biasanya emas menjadi pilihan para investor untuk mengamankan portofolio mereka. Melihat harga emas yang terus menguat selama 3 bulan terakhir, tidak menutup kemungkinan untuk investor menjalankan aksi taking profit. Namun ada juga investor yang memilih untuk menahan asetnya untuk menanti harga yang jauh lebih tinggi di waktu mendatang.

Naiknya harga emas tidak melulu soal taking profit, karena keputusan untuk menjual emas saat harga naik bergantung pada situasi serta kondisi finansial masing-masing. Investor dapat memilih untuk menjual emas saat harganya sedang tinggi dan merealisasikan keuntungan besar, atau memilih untuk memanfaatkan momen ini dengan memilih beli dan menyimpan tabungan emasnya karena percaya akan spekulasi harga yang akan terus naik dalam jangka panjang.

Bagi investor yang ingin membeli emas dapat memanfaatkan program GoldDrips yang merupakan program kolaborasi JFX, KBI, dan Perantara Perdagangan dalam platform perdagangan emas fisik secara digital dalam bursa JFXGOLD X. Melalui program ini investor dapat merasakan beli emas fisik JFXGOLD X dan mendapatkan manfaat berkali-kali lipat. Program GoldDrips ini dapat diakses melalui transaksi emas fisik secara digital di dalam bursa JFXGOLD X pada aplikasi METALGO+, Pospay Gold, NUNOMICS dan BMT Digi.

Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 1 Oktober 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 21.071
  • 0,05 gr : Rp. 105.353
  • 0,1 gr : Rp. 210.707
  • 0,5 gr : Rp. 1.053.534
  • 1 gr : Rp. 2.107.067
  • 5 gr : Rp. 10.535.336
  • 10 gr : Rp. 21.070.672
  • 50 gr : Rp. 105.353.360

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Rekor Baru Terus Tercipta, Setelah Naik 16% Emas Fisik JFXGOLD X Buka Bulan Oktober dengan Harga Rp 2,1 Juta/gram Read Post »

Uncategorized

Harga Emas Terus Meroket, Diprediksi Capai US$ 5000/Toz

Harga emas dunia terus mencuri perhatian investor, mulai dari penguatan harga yang berhasil tembus US$ 3.400 per troy ounce, kemudian harganya berhasil naik ke US$ 3.500 per troy ounce dalam waktu satu minggu, dan yang terakhir harganya berhasil pecahkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan menduduki angka US$ 3.600 per troy ounce dengan waktu kurang dari 1 minggu perdagangan. Penguatan harga emas yang terus tancap gas tanpa jeda tentunya tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas dunia menjadi begitu pesat.

Penguatan yang terjadi pada harga emas dunia juga terjadi pada emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Mulai dari rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang melemah dan jauh dari prediksi, kemudian spekulasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) yang terus meningkat membuat kepercayaan market terkait pemotongan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed semakin kuat, belum lagu pembaruan tarif Gedung putih untuk emas batangan mendorong laju harga emas.

Pada perdagangan hari ini harga emas fisik JFXGOLD X berhasil lanjutkan penguatannya, meskipun penguatan ini tidak sebanyak perdagangan sebelumnya, namun penguatan 0,38% pada hari ini berhasil mempertahankan harganya di dekat rekor tertinggi. Sementara investor menanti data inflasi konsumen AS yang akan dirilis pada hari yang sama, setelah data harga produsen yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pekan depan. “Emas tampaknya sedang mengkonsolidasikan kenaikan baru-baru ini sementara pasar menanti data Indeks Harga Konsumen AS dan dampaknya terhadap ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed,” kata Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive di kutip dari Reuters.com .

Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development, Metalbank Global Monetary melalui analisanya hari ini menyampaikan bahwa saat ini aset berisiko dan aset aman sama-sama mendapatkan dukungan berdasarkan alasan yang berbeda, menciptakan lingkungan perdagangan yang kompleks di mana pemahaman terhadap faktor pendorong yang mendasar menjadi esensial untuk keputusan alokasi modal. Beliau juga mengatakan bahwa saat ini keputusan the fed minggu depan menjadi kekuatan utama yang dapat memberikan pengaruh terhadap semua aset. “Keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan datang minggu depan menjadi kekuatan utama yang memengaruhi semua kelas aset, dengan pasar mengantisipasi pelonggaran agresif setelah serangkaian data ekonomi yang lemah,”.

Melansir dari Bloombergtechnoz, Goldman Sachs Group Inc pekan lalu memprediksi harga emas bisa melonjak hingga hampir US$5.000 per troy ons jika independensi The Fed terganggu dan investor mengalihkan sebagian kecil kepemilikan obligasi pemerintah AS mereka ke emas batangan. Menanggapi hal ini, Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development, Metalbank Global Monetary saat live streaming market update bersama MetalNews Digital (10/9/2025) mengatakan bahwa harga emas yang diprediksi akan tembus US$ 5000 per troy ounce kemungkinan terjadi sekitar 3 tahun kedepan, tidak dalam waktu dekat. Namun apabila ada data ekonomi extreme yang terjadi membuat investor berlarian menuju aset safe haven, prediksi US$ 5000 per troy ounce ini ada dengan kemungkinan yang kecil.

Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 11 September 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 19.615
  • 0,05 gr : Rp. 98.074
  • 0,1 gr : Rp. 196.148
  • 0,5 gr : Rp. 980.739
  • 1 gr : Rp. 1.961.479
  • 5 gr : Rp. 9.807.393
  • 10 gr : Rp. 19.614.786
  • 50 gr : Rp. 98.073.930

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Terus Meroket, Diprediksi Capai US$ 5000/Toz Read Post »

Scroll to Top