Uncategorized

Uncategorized

Harga Emas Cetak Rekor Baru di Atas US$5.200/toz, Didorong Pelemahan Dolar dan Pembelian Bank Sentral

*Jakarta, MetalNews Digital —* Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus level US$5.200 per troy ounce pada perdagangan terbaru. Kenaikan harga logam mulia tersebut didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), penurunan imbal hasil riil, serta berlanjutnya pembelian oleh bank sentral dan instrumen exchange-traded fund (ETF) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Penguatan harga emas terjadi seiring menguatnya sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan internasional. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset aman di tengah kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter AS, ketidakpastian politik, serta dinamika ekonomi global yang masih rapuh.

Kenaikan harga emas global tersebut tercermin di pasar domestik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X. Pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026), harga emas di Bursa Emas Fisik JFXGOLD X tercatat berada di level US$5.241,06 per troy ounce, setara dengan Rp2.862.407 per gram. Dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, harga tersebut meningkat 3,17 persen atau sekitar Rp76.000 per gram dalam satu hari perdagangan.

Dari sisi fundamental, pelaku pasar semakin memperhitungkan peluang bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve) akan menghentikan atau menyesuaikan kebijakan moneternya lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Perubahan ekspektasi tersebut menekan imbal hasil riil obligasi AS dan menopang kenaikan harga emas, yang secara historis memiliki korelasi negatif terhadap imbal hasil dan nilai tukar dolar AS.

Selain faktor moneter, risiko geopolitik yang masih tinggi serta ketidakpastian politik di sejumlah kawasan turut memperkuat permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Aktivitas pembelian oleh bank sentral dan institusi keuangan global dinilai mencerminkan upaya diversifikasi cadangan serta perlindungan nilai aset di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.

Meski demikian, Head of Research, Analysis, and Market Development Metalbank Global Monetary – Robby Leonardo, menilai potensi volatilitas harga emas dalam jangka pendek masih tetap tinggi. Menurutnya, sikap kebijakan The Fed yang lebih ketat (hawkish), melemahnya aliran dana ke ETF, atau rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan—terutama data inflasi dan ketenagakerjaan—berpotensi memicu koreksi harga emas.

_“Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter AS. Selama pembelian bank sentral dan aliran dana ke ETF tetap berlanjut, tren penguatan harga emas dinilai masih memiliki dukungan struktural yang kuat, meskipun diiringi fluktuasi yang signifikan,”_ ujar Robby kepada MetalNews.

Sementara itu, dinamika kebijakan moneter AS juga berdampak terhadap pergerakan aset global lainnya. Mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung bergerak dalam rentang terbatas seiring perubahan arah dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa ekspektasi terhadap kebijakan The Fed masih menjadi faktor dominan dalam membentuk arah pasar keuangan global.

Pemantauan harga dan transaksi emas dapat dilakukan pada Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X.

*Disclaimer :*

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Cetak Rekor Baru di Atas US$5.200/toz, Didorong Pelemahan Dolar dan Pembelian Bank Sentral Read Post »

Uncategorized

Harga Emas Tembus US$5.000/toz, Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Naik 17% di Awal 2026

*Jakarta, MetalNews Digital –* Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi dengan menembus level US$5.000 per troy ounce pada perdagangan Senin (26/1/2026), didorong lonjakan permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik global serta melemahnya kepercayaan investor terhadap aset Amerika Serikat. Harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X tercatat naik 3,02% ke level US$5.090,28 per troy ounce setelah sempat menyentuh puncak US$4.941,21 per troy ounce pada perdagangannya Jumat kemarin.

Penguatan harga emas global tersebut langsung tercermin di pasar domestik. Di Bursa Emas Fisik JFXGOLD X, harga emas melonjak lebih dari 17% sejak awal 2026 atau dalam waktu kurang dari satu bulan. Kenaikan tersebut membawa harga emas fisik di bursa ini ke level US$5.090,28 per troy ounce, setara dengan Rp2.807.008 per gram pada perdagangan hari ini.

Reli harga emas didukung meningkatnya minat investor terhadap instrumen safe haven, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, serta pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank sentral global. China, misalnya, tercatat memperpanjang aksi pembelian emas selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember lalu, yang memperkuat permintaan struktural terhadap logam mulia.

Analis Pasar Senior Capital.com, Kyle Rodda, seperti dikutip Reuters, menilai lonjakan harga emas mencerminkan krisis kepercayaan terhadap pemerintahan dan aset Amerika Serikat, seiring kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang dinilai tidak konsisten dan memicu ketidakpastian pasar global. Dari sisi nilai tukar, pelemahan dolar AS yang dipicu penguatan yen Jepang turut menopang kenaikan harga emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia bagi investor global menjelang pertemuan Federal Reserve.

Sentimen positif terhadap emas juga diperkuat dinamika politik domestik AS. Ancaman Partai Demokrat di Senat untuk memblokir paket pendanaan pemerintah yang mencakup anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) meningkatkan risiko kebuntuan fiskal dan potensi penutupan sebagian pemerintahan federal. Secara historis, kondisi ini berdampak positif terhadap harga emas melalui meningkatnya ketidakpastian kebijakan, menguatnya sentimen risk-off, melemahnya kepercayaan terhadap institusi AS yang menekan dolar dan imbal hasil riil, serta pergeseran investor ke aset lindung nilai. Meski bukan guncangan global, eskalasi konflik anggaran yang berlarut dinilai berpotensi menjaga harga emas tetap bertahan tinggi atau melanjutkan tren kenaikan.

Head of Research and Market Development Metalbank Global Monetary, Robby Leonardo, mengatakan bahwa seiring pasar mencermati arah kebijakan Federal Reserve dan rilis data makroekonomi AS, pelaku pasar global cenderung mengadopsi strategi defensif dan selektif lintas aset. _“Emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai utama, sementara di pasar valuta asing rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.600–Rp16.800 per dolar AS,”_ ujarnya. Di pasar saham, investor meningkatkan perlindungan terhadap saham teknologi Amerika Serikat yang terkonsentrasi, sembari mencermati peluang pada saham siklikal dan saham eksportir komoditas berkapitalisasi besar di pasar domestik, dengan arus investor asing menjadi penentu arah selanjutnya.

Pemantauan harga dan transaksi emas dapat dilakukan pada Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X.

*Disclaimer:*

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di *MetalNews*.

Harga Emas Tembus US$5.000/toz, Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Naik 17% di Awal 2026 Read Post »

Uncategorized

Emas Meroket ke Area Rekor, Investor Berburu Aset Aman

*Jakarta, MetalNews Digital –* Harga emas dunia diperdagangkan mendekati *rekor tertinggi sepanjang masa* di kisaran *US$4.670 per troy ounce.* Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong lonjakan permintaan terhadap aset lindung nilai _(safe haven)._

Ketegangan hubungan dagang dan politik antara *Amerika Serikat dan Uni Eropa* menjadi faktor utama yang menekan sentimen pasar. Ancaman penerapan tarif yang kian mendekat serta berlanjutnya perselisihan geopolitik global membuat investor mengalihkan portofolio ke emas.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar menanti rilis *data inflasi PCE Amerika Serikat* yang menjadi acuan utama *Federal Reserve.* Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga, ditambah isu independensi bank sentral AS, memperkuat minat terhadap emas.

Kinerja emas yang tetap solid juga mencerminkan risiko global yang berlanjut, termasuk ketegangan yang melibatkan *Iran dan Venezuela.* Dalam situasi tersebut, emas diperdagangkan dengan permintaan lindung nilai yang stabil, seiring pelemahan *imbal hasil riil.*

Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan, pada kisaran *US$4.660 per troy ounce,* harga emas memperoleh dukungan dari *pembelian bank sentral* serta aliran dana ke *exchange traded fund (ETF).* Permintaan struktural ini menjadi penopang utama harga di tengah volatilitas pasar global.

Penguatan harga emas global sejalan dengan naiknya harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X. Pada perdagangannya hari ini, Selasa (20/1/2026) harganya menempati angka *US$ 4.674.03 per troy ounce atau Rp. 2.586.268 per gram.*

_“Dari sisi sentimen, minat investor institusi terhadap emas tetap moderat sebagai strategi lindung nilai. Pasar opsi menunjukkan meningkatnya permintaan proteksi terhadap volatilitas dan risiko penurunan harga.”_ Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary kepada tim MetalNews Digital.

Sementara itu, di pasar valuta asing, *USD/IDR bergerak dalam rentang 16.900–17.020.* Rupiah didukung aliran ekspor komoditas, terutama *nikel, kelapa sawit, dan batu bara.* Kebijakan Bank Indonesia serta kesiapan intervensi di pasar valas menahan pergerakan ekstrem.

Sentimen investor domestik terjaga positif, sementara investor asing masih bersikap hati-hati. Likuiditas yang relatif tipis membuat pergerakan pasar tetap responsif terhadap perkembangan data dan isu global.

Pemantauan harga dan transaksi emas dapat dilakukan pada Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X.

*Disclaimer:*

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Emas Meroket ke Area Rekor, Investor Berburu Aset Aman Read Post »

Uncategorized

Risk-Off Global Angkat Harga Emas, JFXGOLD X Menguat 1,15%

*Jakarta, MetalNews Digital –* Pasar keuangan global bergerak dalam *fase penghindaran risiko (risk-off)* seiring kombinasi penyesuaian kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), meningkatnya ketegangan tarif, serta eskalasi geopolitik yang menjadi faktor dominan lintas aset. Kondisi tersebut menopang *permintaan aset lindung nilai*, sehingga harga emas bertahan kuat di kisaran *US$4.650–4.660 per troy ounce.* Pergerakan ini didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan tekanan pada imbal hasil riil, seiring ekspektasi pasar terhadap sikap kebijakan The Fed yang lebih longgar di akhir siklus pengetatan.

Membuka perdagangan pekan ini, *Senin (19/1/2026)*, *harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X* tercatat menguat *1,15% atau sekitar Rp22.000 per gram.* Penguatan tersebut menempatkan harga emas fisik JFXGOLD X di level *US$4.654,12 per troy ounce* atau setara *Rp2.570.494 per gram*. Kenaikan ini mencerminkan berlanjutnya aliran dana ke aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Dari sisi fundamental Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan, meningkatnya ketegangan tarif dan geopolitik, serta pelemahan dolar AS, kembali menjadi katalis utama pergerakan harga emas yang secara historis dipandang sebagai penyimpan nilai tanpa imbal hasil. Pada saat yang sama, imbal hasil riil tetap berada dalam tekanan seiring pasar memperhitungkan potensi kebijakan moneter The Fed yang lebih akomodatif, sehingga menurunkan biaya oportunitas kepemilikan emas batangan. Dari sisi sentimen, aktivitas lindung nilai institusional, arus masuk dana melalui exchange traded fund (ETF), serta pergerakan pasar opsi mengindikasikan adanya pembelian saat harga mengalami koreksi.

_“Di pasar valuta asing, nilai tukar *dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR)* bergerak dalam kisaran *16.700–17.000*. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons dinamika global, sementara aktivitas lindung nilai korporasi cenderung dilakukan secara bertahap”_ ucap Robby Leonardo kepada tim MetalNews Digital pagi ini.

Sementara itu, pasar saham AS masih menunjukkan *kepemimpinan yang terbatas,* terutama pada sektor teknologi, sehingga membuat pergerakan indeks relatif rentan terhadap perubahan sentimen. Di dalam negeri, *Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)* bergerak dalam rentang terbatas dan ditopang oleh partisipasi investor domestik, meskipun arah pergerakan selanjutnya masih sangat bergantung pada arus dana asing.

Adapun *harga minyak dunia* bergerak fluktuatif seiring respons pasar terhadap perkembangan geopolitik dan sinyal pasokan global, dengan volatilitas yang masih dipengaruhi oleh peristiwa jangka pendek.

Pemantauan harga dan transaksi emas dapat dilakukan pada Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X.

*Disclaimer:*

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Risk-Off Global Angkat Harga Emas, JFXGOLD X Menguat 1,15% Read Post »

Uncategorized

Harga Emas Bertahan Kuat di Tengah Fokus Kebijakan The Fed, Pasar Global Bergerak Waspada

Jakarta, MetalNews Digital — Kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan rilis data makroekonomi Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Kondisi tersebut menjaga minat terhadap aset lindung nilai tetap tinggi, terutama di tengah volatilitas nilai tukar, pasar saham, dan komoditas global.

Harga emas dunia atau emas spot (XAU/USD) bergerak stabil di kisaran US$4.590 per troy ounce. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada arah kebijakan moneter The Fed, terutama terkait prospek suku bunga dan pergerakan imbal hasil riil. Ekspektasi sikap dovish atau peluang pemangkasan suku bunga dinilai dapat menekan imbal hasil riil, sehingga mendukung harga emas sebagai aset lindung nilai.

Sejalan dengan pergerakan global tersebut, harga emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X pada Selasa (13/1/2026) tercatat di level US$4.586,63 per troy ounce, atau setara Rp2.521.012 per gram.

Robby Leonardo – Head of research analis and market development Metalbank Global Monetary mengatakan, selain faktor kebijakan moneter, sentimen terhadap emas juga diperkuat oleh aliran dana ke ETF emas global serta pembelian berkelanjutan oleh bank sentral. Dukungan struktural tersebut dinilai menjadi penopang utama harga emas, dengan aliran jangka pendek yang relatif masih positif.

Di pasar valuta asing, nilai tukar USD/IDR hari ini bergerak di rentang 16.860–16.910. Secara fundamental, rupiah mendapatkan dukungan dari penerimaan ekspor komoditas serta kecukupan cadangan devisa dan ruang intervensi Bank Indonesia. Namun demikian, pergerakan dolar AS di pasar global dan arus modal asing masih berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama di tengah kondisi likuiditas yang relatif tipis.

Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan kepemimpinan yang semakin terbatas, meningkatkan risiko koreksi apabila sentimen global memburuk. Di sisi lain, harga minyak dunia masih bergerak fluktuatif dan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta kebijakan produksi OPEC.

Untuk USD/IDR, pergerakan diperkirakan masih berada dalam rentang 16.600–16.950, sehingga strategi perdagangan dalam rentang dinilai lebih relevan. Pelaku usaha disarankan memanfaatkan instrumen lindung nilai seperti kontrak forward atau opsi guna mengantisipasi fluktuasi nilai tukar.

Di pasar saham domestik, sektor komoditas dan saham berorientasi ekspor masih menjadi perhatian investor, seiring ketergantungan terhadap pergerakan aliran modal asing. Sementara pada komoditas energi, harga minyak diperkirakan tetap sensitif terhadap sentimen geopolitik dan kebijakan pasokan global, sehingga strategi selektif dinilai lebih tepat dibandingkan mengejar lonjakan harga jangka pendek.

Pemantauan harga dan transaksi emas dapat dilakukan pada Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X.

Disclaimer:

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Bertahan Kuat di Tengah Fokus Kebijakan The Fed, Pasar Global Bergerak Waspada Read Post »

Uncategorized

Kilas Balik Perjalanan Emas Fisik JFXGOLD X 2025, Cetak Rekor Sepanjang Tahun

Jakarta, MetalNews Digital — Pergerakan harga emas sepanjang tahun 2025 mencatatkan tren penguatan signifikan di pasar global maupun perdagangan emas fisik di dalam negeri. Kenaikan harga dipengaruhi oleh dinamika politik global, kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Pada awal tahun, Januari 2025, harga emas menguat tajam seiring pelantikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pelemahan dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Penguatan berlanjut pada Februari 2025 setelah harga emas fisik JFXGOLD X mencatatkan rekor baru sepanjang Januari. Memasuki bulan tersebut, pelaku pasar masih mencermati keberlanjutan tren kenaikan meskipun aksi ambil untung mulai terlihat.

Pada Maret 2025, harga emas fisik JFXGOLD X menembus level psikologis US$3.000 per troy ounce. Kenaikan tersebut dipicu oleh pelemahan dolar AS, meningkatnya ketidakpastian geopolitik, serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.

Memasuki April 2025, harga emas mengalami koreksi terbatas. Pelemahan terjadi akibat aksi ambil untung setelah reli harga sejak awal tahun. Namun, koreksi tersebut tidak mengubah tren penguatan harga emas secara keseluruhan.

Pada Juni 2025, harga emas kembali menguat signifikan. Ketegangan geopolitik global dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga emas.

Memasuki paruh kedua tahun, volatilitas pasar meningkat. Pada Agustus 2025, pelemahan dolar AS dan antisipasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan The Fed mendorong harga emas bertahan di level tinggi selama beberapa pekan.

Pada September 2025, sejumlah analis memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati level US$5.000 per troy ounce. Proyeksi tersebut didukung oleh tingginya permintaan terhadap aset lindung nilai dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Rekor harga kembali tercatat pada Oktober 2025. Harga emas fisik JFXGOLD X menembus kisaran Rp. 2,2 juta per gram. Pada periode yang sama, penguatan ekosistem perdagangan emas juga ditandai dengan kolaborasi Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Bullion Ecosystem International (BEI), dan M-DAQ Global dalam menghadirkan solusi perdagangan multi mata uang TRC Solution.

Pada November 2025, harga emas sempat terkoreksi menyusul respons pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Namun, harga kembali menguat setelah meredanya ketidakpastian politik di Amerika Serikat seiring berakhirnya masa penutupan pemerintahan.

Menjelang akhir tahun, pergerakan harga emas kembali fluktuatif. Pada Desember 2025, pelaku pasar menanti keputusan kebijakan moneter The Fed. Pada akhir bulan, harga emas fisik JFXGOLD X mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level US$4.500 per troy ounce.

Sepanjang 2025, pergerakan harga emas menunjukkan penguatan konsisten meskipun disertai koreksi jangka pendek. Kondisi tersebut menegaskan posisi emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Sampai dengan hari ini Rabu (31/12/2025), menutup perdagangan tahun 2025 harga emas fisik JFXGOLD X telah naik sebanyak 68%. Kenaikan harga emas fisik JFXGOLD X tahun ini tercatat 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga pada tahun 2024.

Dengan capaian tersebut, kinerja harga emas fisik JFXGOLD X sepanjang 2025 menegaskan perannya sebagai aset lindung nilai utama di tengah tekanan ekonomi global. Kenaikan sebesar 68% sepanjang tahun mencerminkan kombinasi kuat antara ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan moneter global, serta pergeseran preferensi investor ke instrumen berisiko rendah.

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan tetap sensitif terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, stabilitas geopolitik, dan dinamika nilai tukar dolar AS. Namun, ditutupnya perdagangan 2025 dengan rekor harga tertinggi menunjukkan bahwa emas masih menjadi salah satu instrumen paling resilien dalam menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Disclaimer:

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews!

Kilas Balik Perjalanan Emas Fisik JFXGOLD X 2025, Cetak Rekor Sepanjang Tahun Read Post »

Uncategorized

Tertinggi Sepanjang Sejarah! Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 4.400/Troy Ounce

Harga emas fisik JFXGOLD X kembali mencetak rekor baru. Setelah dibuka di level tinggi pada awal perdagangan Desember, harga emas terus menguat hingga menjelang akhir 2025. Penguatan telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan masih berlanjut pada perdagangan hari ini.

Berbeda dengan sesi-sesi sebelumnya, penguatan pada perdagangan hari ini tergolong signifikan. Dalam dua hari terakhir, harga emas fisik JFXGOLD X telah menguat sebesar 1,44% dan berhasil menembus level tertinggi sebelumnya di US$ 4.381,8 per troy ounce. Seolah mengikuti euforia menjelang akhir tahun, harga emas fisik JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia ini kembali melonjak hingga 2,43% pada perdagangan hari ini Selasa (23/12/2025). Kenaikan tersebut mendorong harga emas fisik JFXGOLD X menembus rekor tertinggi baru di level US$ 4.488,65 per troy ounce, atau setara sekitar Rp2,4 juta per gram.

Penguatan harga emas fisik JFXGOLD X tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor global turut mempengaruhi pergerakan harga, salah satunya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter, khususnya di Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar berharap Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dapat kembali melanjutkan siklus pelonggaran moneter pada tahun depan.

Selain itu, penguatan harga emas juga didukung oleh fundamental yang solid, antara lain potensi pemangkasan suku bunga AS yang lebih besar, penurunan imbal hasil riil, serta pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank sentral dan dana yang diperdagangkan di bursa _(exchange traded fund)_ atau ETF. Lonjakan harga emas turut diperkuat oleh aliran dana ke aset aman _(safe haven)_ di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela. Pada saat yang sama, harga perak juga tercatat mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Mengutip Reuters, analis dari Nemo.Money menyatakan bahwa dukungan jangka pendek terhadap harga emas berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela. Ia menilai pergerakan harga emas saat ini sebagai kelanjutan momentum penguatan setelah fase konsolidasi bullish dalam beberapa sesi terakhir, yang terjadi di tengah volume perdagangan liburan yang relatif lebih rendah. _“Target yang jelas bagi para pembeli emas adalah US$ 5.000 pada tahun depan,”_ ujarnya.

Sementara itu, Head of Research, Analyst, and Market Development Metalbank Global Monetary – Robby Leonardo, mengatakan bahwa harga emas saat ini mendekati level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh peluang pemangkasan suku bunga yang lebih besar serta meningkatnya permintaan aset safe haven dari bank sentral. Menurutnya, aktivitas lindung nilai institusional yang tercermin dari tingginya skew opsi, serta pembelian aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan The Fed, membentuk profil pasar yang cenderung melakukan pembelian saat terjadi koreksi harga.

Emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) secara historis menunjukkan kinerja yang positif pada periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Sepanjang tahun ini, harga emas fisik JFXGOLD X telah melonjak lebih dari 67% dan mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sepanjang sejarah. Kenaikan tersebut didorong oleh pembelian agresif bank sentral, derasnya aliran dana ke aset aman, serta kondisi suku bunga global yang lebih rendah.

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Disclaimer:

Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews!

Tertinggi Sepanjang Sejarah! Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 4.400/Troy Ounce Read Post »

Uncategorized

Rayakan 25 th First Trading Day, JFX Umumkan Terobosan Baru Ekosistem Emas Digital Dalam Bursa

Jakarta, MetalNews Digital – Senin 15 Desember 2025, Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) memperingati Hari Perdagangan Pertama (First Trading Day) ke-25 yang diselenggarakan di Kantor JFX, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan regulator, lembaga kliring, pelaku pasar, serta mitra strategis nasional dan internasional.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Komisaris Pengawasan Emiten, Transaksi Sekuritas, dan Audit Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I.B. Aditya Janantara; Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya; Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Budi Susanto; serta perwakilan M-DAQ Global, Tan Choon Seng CEO M-DAQ Global, Marcus Yeo, dan Justin Fong.

Dalam peringatan ini, JFX memperkenalkan sejumlah inovasi strategis untuk memperkuat akses pasar, digitalisasi, dan pengembangan produk. Salah satunya adalah peluncuran resmi situs web terbaru JFX dengan interface yang lebih interaktif dan ramah pengguna guna meningkatkan transparansi serta akses informasi bagi masyarakat dan pelaku pasar.

JFX juga mengumumkan perkembangan terbaru ekosistem emas digital melalui kolaborasi bersama Bullion Ecosystem International dan M-DAQ Global dengan menghadirkan TRC Solution. Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, menjelaskan bahwa solusi ini memungkinkan konversi nilai transaksi secara real time sehingga ekuitas nasabah tetap dalam denominasi rupiah.

“Inovasi ini merupakan terobosan penting karena mempermudah transaksi lintas batas tanpa perlu melakukan lindung nilai mata uang secara terpisah,” ujar Yazid Kanca Surya – Direktur Utama JFX kepada tim MetalNews Digital.

Selain itu, JFX memperkenalkan sejumlah pengembangan produk dan layanan, termasuk fitur tabungan Gold to Mecca, Widget Mata Uang untuk transaksi emas digital lintas negara, serta integrasi aplikasi JFXGOLD X dengan GoPay guna memberikan kemudahan transaksi digital bagi pengguna.

Ke depan, JFX juga menyiapkan peluncuran JFX Precious Metals USD Series pada awal 2026, yang terdiri atas produk GoldUSD dan SilverUSD dalam ukuran reguler, mini, dan mikro, untuk memperluas pilihan lindung nilai dan perdagangan bagi pelaku pasar domestik maupun internasional.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan partisipasi pasar, JFX turut mengumumkan penyelenggaraan dua kompetisi perdagangan nasional, yakni Kompetisi Perdagangan MiniBrent dengan hadiah uang tunai serta Kompetisi Reels “Ride with Us” dengan hadiah utama skuter Vespa.

Yazid menegaskan, peringatan First Trading Day ke-25 ini mencerminkan komitmen berkelanjutan JFX terhadap inovasi, transparansi, dan integritas pasar dalam memperkuat industri pasar berjangka dan perdagangan komoditas fisik di Indonesia.

Rayakan 25 th First Trading Day, JFX Umumkan Terobosan Baru Ekosistem Emas Digital Dalam Bursa Read Post »

Uncategorized

Menanti Keputusan The Fed, Cek Harga Emas Hari Ini!

Jakarta, MetalNews Digital – Secara teknikal, pada perspektif harian (daily time frame), emas masih bergerak di zona bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada pada level 62, yang menunjukkan momentum penguatan karena nilai RSI di atas 50 umumnya menandakan tren bullish. Saat ini pasar terus memantau perkembangan data ekonomi serta kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember waktu AS atau 10 Desember dini hari waktu Indonesia.

Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Investor menantikan arah kebijakan moneter terbaru untuk memperoleh gambaran mengenai potensi langkah The Fed di masa mendatang. Dalam kondisi ini, harga emas dunia ikut tertekan, meskipun pelemahannya tidak terlalu signifikan. Pada perdagangan hari ini, harga emas dunia tercatat mengalami koreksi. Salah satu contohnya terlihat pada harga emas fisik JFXGOLD X, yang mengikuti acuan harga pasar global. Harga emas fisik JFXGOLD X turun 0,46% atau setara Rp7.826 per gram. Sementara itu, pasar emas secara keseluruhan bersiap menantikan keputusan final The Fed. Investor telah mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga dan memperkirakan bahwa bank sentral AS berpotensi memasuki fase pelonggaran kebijakan moneter.

Mengutip analisis fundamental MetalBank Global Monetary yang disusun oleh Robby Leonardo, pasar masih memperhitungkan peluang besar terjadinya pelonggaran kebijakan moneter The Fed dalam beberapa minggu atau bulan mendatang. Ekspektasi ini mendorong turunnya imbal hasil riil dan memperkuat daya tarik aset non-yielding seperti emas. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral serta akumulasi dana pada produk ETF terus memberikan dukungan struktural terhadap harga. Aliran dana institusional tercatat menunjukkan arus masuk yang moderat pada ETF, sementara pasar opsi memperlihatkan meningkatnya permintaan perlindungan terhadap risiko penurunan harga, sebuah pola yang dikenal sebagai perdagangan asuransi. Di sisi lain, dana lindung nilai tercatat telah mengurangi eksposur posisi long bruto dibandingkan periode sebelumnya.

MetalBank Global Monetary juga mengidentifikasi beberapa risiko pasar yang perlu dicermati dalam 48 jam ke depan, di antaranya:

  1. Data makroekonomi AS, seperti data tenaga kerja, CPI, dan PCE, yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed (berdampak tinggi).
  2. Pernyataan pejabat The Fed serta komentar FOMC, di mana nada yang lebih hawkish dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi (berdampak tinggi).

Pada hari ini, emas fisik JFXGOLD X diperdagangkan pada level US$4.199,69 per troy ounce, atau setara Rp2.289.620 per gram. Sejumlah analis memperkirakan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan tren kenaikan, didorong oleh ketegangan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, serta tingginya permintaan dari bank sentral dan investor individu.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X 9 Desember 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 22.896
  • 0,05 gr : Rp. 114.481
  • 0,1 gr : Rp. 228.962
  • 0,5 gr : Rp. 1.144.810
  • 1 gr : Rp. 2.289.620
  • 5 gr : Rp. 11.448.099
  • 10 gr : Rp. 22.896.198
  • 50 gr : Rp. 114.480.988

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Disclaimer:
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews!

Menanti Keputusan The Fed, Cek Harga Emas Hari Ini! Read Post »

Uncategorized

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Naik Jadi Rp. 2,3 juta/gram Usai Trump Teken RUU Akhiri US Shutdown

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas lanjutkan penguatannya sampai dengan perdagangan hari ini. Setelah bertahan lama dengan koreksi harganya, harga emas berhasil kembali ke level US$ 4.000 per troy ounce pada 10 November 2025 . Harga emas berjalan menguat seiring dengan para pelaku pasar yang saat ini sedang menanti pengumuman tentang keputusan suara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri penutupan pemerintah federal atau US Shutdown. Pengumuman ini dinanti karena dengan diakhirinya US Shutdown maka pemerintahan kembali dibuka dan aliran data ekonomi kembali dibuka.

Presiden Donald Trump telah menandatangani undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah AS. Penandatanganan ini dilakukan setelah beberapa jam setelah DPR menyetujui untuk melanjutkan bantuan pangan yang terganggu, membayar ratusan ribu pegawai federal dan menghidupkan kembali sistem pengadilan lalu lintas udara yang terganggu. Tanda tangan Trump pada rancangan undang-undang tersebut yang telah disetujui senat pada awal pekan ini, akan membawa pegawai federal yang terpaksa berhenti bekerja akibat penutupan pemerintahan selama 43 hari kembali ke pekerjaan mereka mulai kamis ini. Meskipun seberapa cepat layanan dan operasi pemerintah sepenuhnya akan pulih namun masih belum jelas. “Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi,” kata Trump di Ruang Oval selama upacara penandatanganan larut malam yang dia gunakan untuk mengkritik Demokrat. “Ini bukan cara yang tepat untuk mengelola negara.” tambah Donald Trump, Presiden AS dikutip dari Reuters.com.

Penutupan pemerintahan AS selama 43 hari ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS. Tentunya penutupan pemerintahan AS ini membebani perekonomian dan menghambat data pemerintah, mendorong para pembuat kebijakan dan pasar untuk mengandalkan indikator swasta untuk mengukur kondisi perekonomian. Namun usai ditandatanganinya undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan AS seperti memberikan angin segar untuk market. Mengapa tidak, hal ini membuka kembali aliran data ekonomi dan memberikan jalan bagi Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga pada bulan Desember. Dimana hal ini membuka peluang untuk penguatan harga emas akan terjadi pada penutupan tahun 2025. Mengingat emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X 13 November 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 23.021
  • 0,05 gr : Rp. 115.115
  • 0,1 gr : Rp. 230.214
  • 0,5 gr : Rp. 1.151.070
  • 1 gr : Rp. 2.301.973
  • 5 gr : Rp. 11.509.867
  • 10 gr : Rp. 23.018.053
  • 50 gr : Rp. 115.065.230

Berakhirnya penutupan pemerintahan AS membawa harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia berhasil menguat sebanyak 5,42%. Penguatan ini juga berhasil membawa harganya kembali ke level US$ 4000 per troy ounce, lebih tepatnya pada perdagangan Kamis ini (13/11/2025) harganya berada di angka US$ 4.211.51 per troy ounce atau Rp. 2.301.973 per gram.

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Naik Jadi Rp. 2,3 juta/gram Usai Trump Teken RUU Akhiri US Shutdown Read Post »

Uncategorized

Terbebani The Fed Rate Cut, Harga Emas Fisik JFXGOLD X Terkoreksi 0,72% Pada Awal November

Harga emas dunia lanjutkan koreksi harganya sampai dengan perdagangan hari ini. Setelah sempat menguat 2% pada perdagangan hari Jumat, emas dunia membuka perdagangan bulan November dengan pelemahan harga 0,72%. Setelah diumumkannya keputusan pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) pada 29 Oktober waktu AS memberikan efek yang berbeda terhadap harga emas. Biasanya harga emas akan menguat ketika terjadi pemotongan suku bunga oleh The Fed, karena emas lebih diuntungkan dikala suku bunga rendah, namun kali ini berbeda. Meskipun harga emas dunia sempat menguat pada 29 Oktober sore, namun hal ini tidak menolong harganya kembali ke posisi tertinggi. Sebaliknya, usai pemotongan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed, harga emas justru lanjutkan koreksi harganya.

Hal ini tentu menarik pertanyaan publik, apa yang menyebabkan penguatan harga emas tertahan setelah pemotongan suku bunga?

Pada 29 Oktober waktu AS melalui konferensi pers setelah menyampaikan keputusan tentang pemotongan suku bunga 25 bps ke level 3,75 – 4%, Jerome Powell ketua The Fed mengatakan bahwa The Fed belum yakin akan menurunkan suku bunganya pada FOMC Desember mendatang. Sebelumnya pada pertemuan September komite menyebut adanya kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini sebanyak tiga kali, namun Powell memperingatkan pasar agar tidak menganggap pemotongan Desember sebagai kepastian. “Dalam diskusi rapat kali ini, terdapat perbedaan pandangan yang cukup kuat mengenai langkah Desember. Pemangkasan lebih lanjut pada pertemuan Desember bukan sesuatu yang pasti. Jauh dari itu,” kata Powell. Hal ini membawa harga emas kembali lanjutkan koreksinya sebab terbebani oleh ketidakpastian pemangkasan suku bunga The Fed pada FOMC terakhir tahun ini.

Melansir dari live streaming market update bersama MetalNews Digital, Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global mengatakan bahwa saat ini emas sedang ambil nafas setelah reli tajam pada Oktober. Penguatan dolar AS dan penurunan ekspektasi tentang pemotongan suku bunga The Fed menekan harga emas. “Pasar dolar AS yang melemah mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed yang agresif, dan pelonggaran ketegangan perdagangan AS-China yang mengurangi permintaan safe haven secara langsung”.

Meskipun sedang mengalami fase koreksi harga, ramalan tentang penguatan harga emas banyak disampaikan salah satunya oleh Morgan Stanley. Ia memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 4.500 per troy ounce pada pertengahan 2026. “Pergerakan harga terbaru telah membawa emas ke wilayah ‘overbought’ berdasarkan Indeks Kekuatan Relatif (RSI), tetapi koreksi terbaru telah membawanya ke level yang lebih sehat, kemungkinan membersihkan posisi,” kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan dilansir dari Reuters.com. Namun, Morgan Stanley memperingatkan bahwa risiko penurunan tetap ada, termasuk volatilitas harga yang berpotensi mendorong investor beralih ke kelas aset lain atau keputusan bank sentral untuk mengurangi cadangan emas.

Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 3 November 2025 :

  • 0,01 gr : Rp. 21.871
  • 0,05 gr : Rp. 109.354
  • 0,1 gr : Rp. 218.709
  • 0,5 gr : Rp. 1.093.543
  • 1 gr : Rp. 2.187.086
  • 5 gr : Rp. 10.935.428
  • 10 gr : Rp. 21.870.855
  • 50 gr : Rp. 109.354.275

Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX dapat diakses melalui platform JFXGOLD X.

Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Terbebani The Fed Rate Cut, Harga Emas Fisik JFXGOLD X Terkoreksi 0,72% Pada Awal November Read Post »

Scroll to Top